Kamar 203 jadi saksi kami berdua berdialog, bertukar pikiran, saling bully, saling debat, saling belajar, bahkan saling xxx. Tak melulu soal cinta, malah kami jarang membicarakannya, lebih suka praktik sepertinya, uups. Kami senang membahas isu-isu terkini. Pokoknya meski kebanyakan waktuku kini jadi istri rumah tangga (semoga segera naik level jadi ibu rumah tangga, amin) komitmenku, aku musti up to date dan berwawasan. Ngaha banget :p
Dialog-dialog kami menyoal agama, ekonomi, politik dan pemerintahan, keluarga, dan rencana masa depan bersama. Aku senang suamiku adalah orang yang cerdas dan berwawasan. Brainy is really sexy. Dia semakin tampan saat menampilkan kecerdasannya. Aku beberapa kali melongo tercengang mendapati bahwa ada banyak hal yang belum ku ketahui. Kadang hal yang baru ku ketahui itu menakutkan. Entahlah, sepertinya selama ini bukannya aku tak tahu, aku hanya menolak untuk tahu. Terbaca naif, ya memang, demikianlah aku. Selama ini aku hanya ingin percaya bahwa dunia dan kehidupan ini indah, putih, dan manis. Aku lebih senang menarik hal-hal baik dan orang-orang yang menurutku baik ke dalam lingkaran kehidupanku. Aku tak mau menambah masalah.
Semakin berdialog dengan suami, aku mendapati bahwa diri ini adalah orang yang sangat egois, apatis, dan hanya mementingkan kebahagiaan dan kesuksesan sendiri. Benar-benar sosok individual. Alhamdulillah Allah menjodohkanku dengan suamiku. Aku belajar banyak. Sungguh, dia adalah orang baik yang ingin ku tiru. Dan karena dialog-dialog kami begitu seksi, sayang jika tak ku bagi. Karena itu aku sengaja membuat laman khusus "Debat Kasur".
Dialog antara aku dan suami lebih banyak terjadi di atas kasur. Saat isu diajukan, awalnya tentu aku sengaja memposisikan diri sebagai oposisi. Karena itu bila kau tetangga kamar kami, dialog yang kami lakukan bisa terdengar sebagai debat. Tapi aku jamin itu bukan debat kusir, tapi debat kasur. Hanya pikiran kami yang memanas, hati tidak. Toh seringkali kami melakukannya sambil berpelukan. Aku masih membawa gaya reporterku, tak jarang aku sengaja mengintimidasi, hahaha. Maafkan aku sayang. Kau benar-benar tampan saat berargumen. Aku hanya ketagihan menyelami dalamnya pikiranmu.
Jadi, apa topik debat kasur kita malam ini?
Bali, 7 Februari 2017
Tampilkan postingan dengan label diskusi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label diskusi. Tampilkan semua postingan
Selasa, 07 Februari 2017
Rabu, 17 Desember 2014
5 Cara Menaklukan Pemeran Utama Pria ala Drama Korea
Saking banyaknya drama Korea yang pernah saya tonton, saya sampai pada kesimpulan berikut.
5 Cara Menaklukan Pemeran Utama Pria (PUP) ala Drama Korea:
1. Jadilah Diri Sendiri
Hampir semua pemeran utama wanita (PUW) drama Korea adalah sosok yang apa adanya, gak jaim, dan bahkan gak malu untuk melakukan kebiasaan-kebiasaan yang jauh dari kata anggun. Cara ini gratis sekaligus menentramkan. PUW tak perlu berpura-pura menjadi orang lain. PUP menerima PUW apa adanya dan jadi lebih mengerti dan memahami PUW. Lihat saja kelakuan Geum Jan Di (BBF), Gu Mi Ho (Nine Tail Fox), Tae Gong Sil (Master's Sun), dan masih banyak lagi yang meski penampilan dan kepribadian mereka tak sempurna, mereka tetap menjadi pujaan PUP.
Hampir semua pemeran utama wanita (PUW) drama Korea adalah sosok yang apa adanya, gak jaim, dan bahkan gak malu untuk melakukan kebiasaan-kebiasaan yang jauh dari kata anggun. Cara ini gratis sekaligus menentramkan. PUW tak perlu berpura-pura menjadi orang lain. PUP menerima PUW apa adanya dan jadi lebih mengerti dan memahami PUW. Lihat saja kelakuan Geum Jan Di (BBF), Gu Mi Ho (Nine Tail Fox), Tae Gong Sil (Master's Sun), dan masih banyak lagi yang meski penampilan dan kepribadian mereka tak sempurna, mereka tetap menjadi pujaan PUP.
2. Selalu Menempel
Cara ini juga cukup ampuh, PUW tak malu-malu mengikuti kemana pun PUP pergi dan terang-terangan menyatakan ketertarikan/kekaguman pada PUP. Meski dianggap annoying, lama-lama akan membuat PUP terbiasa atas kehadiran/perhatian PUW dan akan merasa kehilangan saat sikap PUW tak lagi sama. Ingat bagaimana kegigihan Oh Ha Ni (Playfull Kiss), Gu Mi Ho, Tae Gong Sil, dan Neil (Neil's Cantabile) dalam memperjuangkan cinta pada pujaan hati mereka? Pada akhirnya apa yang PUW lakukan, meluluhkan hati PUP.
Cara ini juga cukup ampuh, PUW tak malu-malu mengikuti kemana pun PUP pergi dan terang-terangan menyatakan ketertarikan/kekaguman pada PUP. Meski dianggap annoying, lama-lama akan membuat PUP terbiasa atas kehadiran/perhatian PUW dan akan merasa kehilangan saat sikap PUW tak lagi sama. Ingat bagaimana kegigihan Oh Ha Ni (Playfull Kiss), Gu Mi Ho, Tae Gong Sil, dan Neil (Neil's Cantabile) dalam memperjuangkan cinta pada pujaan hati mereka? Pada akhirnya apa yang PUW lakukan, meluluhkan hati PUP.
3. Buat si Dia Cemburu
Percintaan di drama Korea seringkali melibatkan cinta segitiga dimana gadis biasa-biasa saja diperebutkan dua pria keren. Dan adegan dimana PUW sedang tertawa/bersenang-senang dengan pria kedua selalu berhasil mengganggu pikiran dan membuat PUP cemburu. PUP biasanya akan merasa tak mau kalah, tak mau kehilangan, dan merasa PUW adalah seseorang yang berharga. Kita bisa menyaksikan adegan-adegan tsb dalam Goong, BBF, King 2 Hearts, Master's Sun, Nine Tails Fox, dsb.
Percintaan di drama Korea seringkali melibatkan cinta segitiga dimana gadis biasa-biasa saja diperebutkan dua pria keren. Dan adegan dimana PUW sedang tertawa/bersenang-senang dengan pria kedua selalu berhasil mengganggu pikiran dan membuat PUP cemburu. PUP biasanya akan merasa tak mau kalah, tak mau kehilangan, dan merasa PUW adalah seseorang yang berharga. Kita bisa menyaksikan adegan-adegan tsb dalam Goong, BBF, King 2 Hearts, Master's Sun, Nine Tails Fox, dsb.
4. Rela Berkorban
Mau melakukan apapun bahkan menyerahkan nyawanya. Agak berlebihan memang, tapi pengorbanan tersebut dapat menggerakkan hati PUP dan membuat PUP merasa sangat terspesialkan.
Mau melakukan apapun bahkan menyerahkan nyawanya. Agak berlebihan memang, tapi pengorbanan tersebut dapat menggerakkan hati PUP dan membuat PUP merasa sangat terspesialkan.
5. Menghilanglah
Setelah semua yang telah PUW lakukan dan perasaan PUP tumbuh, biasanya PUW akan menghilang, entah karena penyakit, studi, mengejar mimpi, ditentang orang tua, atau perasaannya sendiri yang justru merasa tak cukup baik untuk PUP. PUP yang kehilangan akan susah move on, dan tetap menunggu sampai PUW kembali.
Setelah semua yang telah PUW lakukan dan perasaan PUP tumbuh, biasanya PUW akan menghilang, entah karena penyakit, studi, mengejar mimpi, ditentang orang tua, atau perasaannya sendiri yang justru merasa tak cukup baik untuk PUP. PUP yang kehilangan akan susah move on, dan tetap menunggu sampai PUW kembali.
Ada yang mau menambahkan?
Langganan:
Postingan (Atom)
